TALBIAH

Friday, December 31, 2010

Selamat Tahun Baru buat pembaca Kehidupan Makkah 2..Semoga hidup kita di berkati Allah selalu.

persiapan BBQ di hotel Fal Al Saha kambing 2 ekor

 ikan berkilo2
 gotong royong
 pekerja bangladesh  fal saha 
 ayam 10
 udang 5 kg
 Hj Halim terlalu sibuk
 ust Asmawi kerja keras
 Staff Fal Al Saha
 ust meor
Memasak kambing cara bangladesh..

26 Muharram 1432H.

Tahun 2010 telah  meninggalkan kita dengan warna warni kehidupan dan kenangan pahit dan manis bagi seluruh rakyat Malaysia. Dilaporkan beberapa jalan utama di sekitar ibu kota akan ditutup hari ini, untuk memberi laluan kepada sambutan Ambang Tahun 2011 malam ini.

Ketua Trafik Kuala Lumpur ACP Rusli Nohd Noor dalam satu kenyataan berkata jalan yang terlibat ialah di sekitar Dataran Merdeka, Bukit Bintang, KLCC, Bangsar/Telawi dan KL Sentral. Katanya jalan-jalan di Dataran Merdeka akan ditutup hari ini dari pukul 5 petang hingga 6 pagi hari berikutnya, manakala jalan-jalan di Bukit Bintang ditutup mulai tengah malam ini hingga 6 pagi 1 Januari.

Beberapa laluan lain juga dijangka ditutup secara berperingkat mengikut keadaan. Demikian menurut kenyataan tersebut.

Namun persoalan yang sedang berligar di kepala rakyat Malaysia sekarang ialah bagaimanakah suasana sambutan tersebut khusunya yang melibatkan anak-anak muda belasan tahun dari bangsa melayu yang beragama islam. Demikian juga kepada bangsa lain yang non muslim namun perlu diingatkan kehidupan masih berada dalam ruang lingkup agama, budaya dan moral masing-masing. Kerajaan bertanggung jawab kepada itu semua.

Saban tahun kita memperkatakan betapa budaya liar dan jauh menyimpang dengan akhlak Islam dilakukan oleh anak-anak muda Islam setiap tahun baru menjelang.

Persoalan ini nampaknya tidak mendapat perhatian serius dari kerajaan walaupun ianya menjadi keperluan yang kehidupan umat Islam yang perlu diutamakan sesuai dengan Perlembagaan Negara yang menyatakan Agama Islam adalah agama rasmi negera.

Pembenterasan budaya liar dalam menyambut tahun baru nampaknya tidak menjadi perhatian pemimpin  pada setiap tahu, malah lebih mendukacitakan merekalah yang menjadi penganjurnya.

InsyaAllah......SELAMAT TAHUN BARU 2011.

Thursday, December 30, 2010

banyak ketawa matikan hati

 Hujan muali turun sekitar Mekah
 Di Haram mendung
 Selepas solat asar hujan turun dgn lebat

 solat keika hujan
 tawaf ketika hujan
 ketika hujan lebat masih berebut di hajar aswad
 di luar hujan Haram
 air bertekung di sekitar safwa tower
mendung dan jerubu sebelah pagi


kurangkan ketawa...

Daripada Abu Hurairah r.a Nabi Muhammad S.A.W bersabda :
“Sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui nescaya kamu kurang ketawa dan banyak menangis” Riwayat al-Bukhari Sumber: 300 Hadis Bimbingan

Apabila anda banyak ketawa ianya mematikan hati, lantas kurang-kurangkanlah ketawa kerana kita tidak tahu nasib, takdir dan ketentuan serta kesudahan kita. Maka sematkanlah dalam ingatan kita hadith di atas semoga kita sentiasa dapat bermuhasabah diri..InsyaAllah.

Wednesday, December 29, 2010

Penghalang Doa...

 Bertemu Datuk Hassan Ali d saji Mekah
Datuk singgah di Mekah ketika dtg menziarahi anaknya di jeddah.

jgn betoikan kepala anda...


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Tanya : Saya sering berdoa. Tapi, saya merasakan bahwa doa saya jarang terkabul. Mungkin doa saya terhalang. Bisa dijelaskan faktor-faktor penyebabnya ?

Jawab : Adalah sangat baik jika kita memperbanyak doa, sebab memperbanyak doa adalah merupakan salah satu perintah Allah sebagaimana firman-Nya :

وَقَالَ رَبّكُـمْ ادْعُونِيَ أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنّ الّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman : "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." [QS. Al-Mukmin : 60].

Namun jika kita merasa bahwa doa kita belum terkabulkan, maka kita tidak boleh putus asa. Kita harus ber-husnudhan pada Allah ta’ala dengan terus introspeksi terhadap diri kita sendiri. Ketika berdoa, kita harus memperhatikan adab-adab berdoa, diantaranya : ikhlash, sungguh-sungguh, khusyuk, penuh kerendahan, dan yakin bahwa doa kita pasti akan dikabulkan (sebagaimana firman Allah di atas). Awalilah doa kita dengan sanjungan kepada Allah ta’ala dan shalawat kepada Nabi-Nya shallallaahu ’alaihi wasallam. Bisa jadi doa kita terhalang karena beberapa faktor, diantaranya :

1. Makan dan minum dari yang haram, mengkonsumsi barang haram berupa makanan, minuman, pakaian, dan hasil usaha yang haram. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لا يُقبَلَ إِلا طَيِّباً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ اْلمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ اْلمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحاً إِنِّي بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاء يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِاْلحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ؟

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah ta’ala adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul.Allah ta’ala berfirman : “Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih” (QS. Al-Mu’minuun : 51). Dan Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 172). Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,”Ya Rabb..ya Rabb…”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1015].

2. Minta cepat terkabul doa yang akhirnya meninggalkan doa. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُوْلُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِيْ

“Dikabulkan doa seseorang dari kalian selama ia tidak buru-buru,(dimana) ia berkata : ”Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan doaku” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5981 dan Muslim no. 2735].

لا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيْلَ يَا رَسوْلَ اللهِ مَا اْلاِسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُوْلُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَم أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِيْ فَيَسْتحْسِرَ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Senantiasa doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturahim, dan selama ia tidak meminta dengan tergesa-gesa (isti’jal)”. Ada yang bertanya : “Ya Rasulullah, apa itu isti’jal?”. Jawab beliau : “Jika seseorang berkata : ‘Aku sudah berdoa, memohon kepada Allah, tetapi Dia belum mengabulkan doaku’. Lalu ia merasa putus asa dan akhirnya meninggalkan doanya tersebut” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2735].

3. Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah. Seorang penyair berkata : “Bagaimana mungkin kita mengharap terkabulnya doa, sedangkan kita sudah menutup jalannya dengan dosa dan maksiat”.

4. Meninggalkan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِاْلمَعْرُوْفِ وَلْتَنْهَوُنَّ عَنِ اْلمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَاباً مِنْهُ ثُمَ تَدْعُوْنَهُ فَلا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran atau (kalau tidak kalian lakukan) maka pasti Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, hingga kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2169, Al-Baghawi dalamSyarhus-Sunnah 14/3453, dan Ahmad no. 23360. At-Tirmidzi berkata : “Hadits ini hasan”].

5. Berdoa yang isinya mengandung perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim.

6. Tidak bersungguh-sungguh dalam berdoa. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda :

إِذَا دَعَوْتُمُ اللهَ فَاعْزِمُوْا فِي الدُّعَاءِ وَلا يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِيْ فَإِنْ اللهَ لا مُسْتَكْرِهَ لَهُ

“Apabila seseorang dari kamu berdoa dan memohon kepada Allah, janganlah ia mengucapkan : ‘Ya Allah, ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, sayangilah aku jika Engkau kehendaki, dan berilah rizki jika engkau kehendaki ‘. Akan tetapi, ia harus bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Ia kehendaki dan tidak ada yang memaksa-Nya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 7026].

7. Tidak khusyu’, lalai, dan terkuasai hawa nafsu. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ادْعُوْا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dan kamu yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak khusyu’ “[Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 3479 dan Al-Hakim no. 1817; hasan lighairihi].

Kalaupun misalnya Allah ta’ala belum mentaqdirkan doa kita terwujud, kita harus sabar dan ridla bahwasannya Allah ta’ala mempunyai hikmah yang sangat besar. Allahta’ala sangat sayang terhadap hamba-Nya dan seorang hamba tidak tahu tentang akibat urusannya. Terkadang seseorang mengharapkan sesuatu, padahal itu jelek buat dia. Sebaliknya, seseorang membenci sesuatu, padahal itu baik buat dia.Wallaahu a’lam.
[http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/10/penghalang-doa.html}
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
--
http://nurihsan99.blogspot.com/

Tuesday, December 28, 2010

Disebalik pesanan Taqwa

Ahmad Baei Jaafar                                                                 Sahabat

“Bertaqwalah...” itu pesanan setiap minggu. Tetapi berapa orang yang mendengarnya dengan penuh perhatian? Yang saya pasti mereka berkata di dalam hati, “asyik-asyik taqwa, benda yang sama setiap minggu. Tidak perlu dengarlah, mari tidurlah.” Bayangkan kalau sudah tidur, apalagi yang kita nak kata, memang tidak fahamlah.

Khatib selalu berpesan, takutlah kamu kepada Allah dengan melaksanakan hukum Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Taqwa diterjemahkan sebagai takut, iaitu takut akan kehebatan Allah. Takut kepada Allah membawa kepada ketaatan yang tidak berbelah bahagi. Kita rasa Allah hebat hingga segala perintahnya kita wajib ikut dan kita rasa kagum dengan kekuasan Allah lalu larangan-Nya kita sanggup tinggalkan.


Inilah taqwa yang seharuskan kita faham dan hayati. Bayangkan kalau semua jemaah sesuatu masjid itu faham mesej taqwa itu, masih ada lagikah umat Islam yang ponteng solat lima waktu, masih ada lagikah umat Islam yang cuai dengan perintah zakat? Masih ada lagikah umat Islam yang main judi, berzina, minum arak dan membuat fitnah dan sebagainya?

Realitinya, umat Islam masih ramai yang cuai dalam melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Mengapa? Selain faktor di atas, taraf umat Islam pada masa kini masih rendah imannya. Hal ini kerana mereka tidak pernah didik bagaimana untuk memperkasakan iman mereka.

Sebenarnya perintah supaya bertaqwa ini merujuk kepada orang yang beriman. Maknanya taqwa banyak bergantung kepada tahap iman seseorang. Jika tahap imannya rendah maka rendahlah taqwanya dan jika imannya tinggi, tinggilah pula taqwanya. Jadi, orang yang beriman sahaja yang mampu memikul watak taqwa.

Sunday, December 26, 2010

Mohon Cinta Agung

 solat zohur dalam keadaan redup










Lagi tazkirah menarik dari TGNA. Moga berguna buat kita semua..


Firman Allah SWT yang bermaksud: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?" (Surah Ali Imran ayat 135)

Istighfar bererti minta ampun kepada Allah SWT. Istighfar juga bererti minta ditudung (ditutup) segala kesilapan atau kesalahan. Minta dilindung supaya ketika dibangunkan dari kubur di Mahsyar kelak, segala keaiban tidak terdedah kepada umum.

Dalam ayat 135 surah Ali Imran, Tuhan menjelaskan sifat baik di kalangan orang beriman yang 'ashi, apabila melakukan perkara keji atau menganiaya dan dedah diri kepada bahaya api neraka. Lalu ingat dan mohon ampun (istighfar) kepada Allah SWT minta ditudung dosanya. Sesal kepada Tuhan kerana derhaka kepada-Nya, dengan anggota yang dikurnia oleh Allah SWT.

Menderhaka dengan mata kerana memandang perkara yang haram. Menderhaka dengan lidah kerana mengumpat serta berkata perkara haram. Derhaka dengan mulut kerana makan rezeki yang haram. Semua anggota tubuh badan adalah kurniaan Tuhan, yang sepatutnya digunakan untuk taat dan berbakti kepada-Nya, bukan sebaliknya.

Firman-Nya lagi yang bermaksud: "Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia mohon ampun kepada Allah, nescaya dia mendapati Allah Maha Pengangampun lagi Maha Penyayang." (Surah An-Nisa ayat 110)

Pada ayat tersebut menjelaskan bahawa orang yang telah melakukan kejahatan atau menzalimi diri, kemudian ingat kepada Allah SWT dan beristighfar akan mendapati bahawa Allah SWT itu satu Zat yang sangat suka mengampunkan dosa, serta amat Kasihan Belas kepada manusia.

Mukmin yang 'ashi (derhaka) hendaklah berkeyakinan bahawa dosanya akan diampun dan dilindung daripada pandangan orang ramai, dengan syarat mereka menyesali dan taubat bermula daripada hati yang telah insaf. Sepenuh hati berazam tidak melakukan dosa lagi, lantas lisannya menyebut 'Astaghfirullah' atau 'Lailaha illa anta inni kuntu minaz zolimin' atau Allahummaghfirli wa liwalidaiyya. Atau katalah apa saja yang menunjukkan mereka tidak akan mengulangi kesalahan dan kesilapan yang telah dilakukan.

Insya-Allah, Tuhan akan terima taubat dan ditudungnya dosa mereka. Diberi keupayaan menentangnya ketika hati teringin melakukannya. Timbul rasa malu dan gerun, akhirnya akan jadi manusia yang patuh dan taat kepada Allah SWT.

Firman Allah SWT yang bermaksud: "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun." (Surah An-Nashr ayat 3)

Segala kerja bermula daripada anggota zahir atas dorongan hati. Jika bertasbih dan beristighfar terbit daripada sanubari insaf, hasil daripada sikap tersebut dalam jangka masa yang tidak lama, akan terbit rasa malu kepada diri untuk mengingkari istighfar yang diucapkan.

Firman Allah SWT lagi yang bermaksud: "Dan yang memohon ampun pada waktu sahur (sebelum fajar)." (Surah Ali Imran ayat 17)

Sifat orang mukmin ialah mereka berusaha bangun sebelum fajar untuk beristighfar kepada Allah SWT. Boleh beristighfar pada siang hari, tetapi kemungkinan beristighfar sekadar meniru orang lain. Adapun bangun sebelum fajar adalah lambang keikhlasan kepada Allah SWT, ini kerana kebanyakkan manusia masih lena tidur. Sesetengah sifat orang mukmin ialah hanya sedikit tidurnya pada waktu malam. Orang yang berkeadaan begini pada siang harinya tak mungkin melakukan perkara yang bertentangan dengan syariat Allah SWT.

Sebaliknya jika seseorang beristighfar dan berzikir pada waktu malam kerana tarik perhatian jiran sebelah, supaya jirannya tahu dia bangun beramal waktu malam, nescaya tiada kesan yang positif pada siang harinya, kerana dia beramal sekadar tarik perhatian manusia.

Rasulullah s.a.w. amat gemar beristighfar dengan: "Subhanaka Allahumma wa bihamdika Allahumma Ighfirli. Innaka Antat-Tauwwabur Rahim" Yang bermaksud: "Maha suci Engkau (daripada sifat kekurangan), ya Allah Tuhanku, dan aku memuji Engkau wahai Tuhanku ampunilah (segala dosa)ku. Sesungguhnya Engkau Amat penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Lafaz istighfar hanya dihujung kalimah berbunyi "Ighfirli", tetapi dimulai dengan kata kata sanjungan dan bunga pujian. Iaitu tasbih mensucikan Allah SWT dari segala sifat kekurangan dan kelemahan. Bertahmid memuji-Nya dengan segala Kemuliaan yang tidak terhingga.

Sebelum meminta sesuatu dari Tuhan lebih dahulu memuji-Nya dengan kata sanjungan. Inilah kaedah yang amat disukai oleh Allah SWT kerana meletakkan-Nya di tempat paling suci dan mulia, sesuai dengan sifat Keagungan Zat-Nya.

Justeru jika seseorang itu rajin bertasbih menyebut 'Subhanallah' dengan penuh kesedaran, misalnya menyebut 'Subhanallah' yang bermaksud Maha Suci Allah dari kejahilan, bererti Dia-lah Tuhan yang Maha Berilmu. Sebut berulangkali 'Subhanallah' Maha Suci Allah dari sifat kelemahan yang lain, bererti Dia-lah Tuhan penuh dengan segala sifat Kesempurnaan. Sanjunglah Allah SWT dengan tasbih dan tahmid.
Tags: Agama, Islam